Operasi Patuh Candi Polres Jepara Sasar Tujuh Pelanggaran

oleh

JEPARA, RAKYATJATENG – Operasi Patuh Candi 2018 Polres Jepara dimulai sejak kemarin hingga 9 Mei. Kegiatan dimulai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi di lapangan Mapolres Jepara kemarin. Dalam Apel tersebut dipimpin Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho. Selama operasi berlangsung petugas menyasar pada tujuh pelanggaran prioritas.

Kasatlantas Polres Jepara AKP I Putu Bagus Krisna Purnama mengungkapkan, tujuh pelanggaran tersebut yang bisa mengakibatkan korban fatalitas. Di antaranya pengemudi menggunakan handphone, pengemudi melawan arus, pengemudi sepeda motor berboncengan lebih dari satu, pengemudi di bawah umur, pengemudi dan penumpang sepeda motor tidak menggunakan helm SNI, pengemudi kendaraan bermotor menggunakan narkoba atau mabuk, serta pengemudi berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan.

“Kami juga menerapkan sistem hunting dalam operasi kali ini. Berpindah dari tempat satu ke tempat yang lain. Tidak stationer menetap di tempat tertentu. Apabila pengemudi terbukti melakukan pelanggaran akan dikenakan tilang,” jelasnya.

Krisna, menambahkan, pengemudi yang melakukan pelanggaran dapat memilih mekanisme tilang. Mekanisme pertama, pengemudi akan sidang di pengadilan. Maka bisa menanyakan kepada petugas waktu dan tempat sidang tersebut dilaksanakan. Mekanisme kedua, pengemudi mengakui pelanggaran dan petugas akan melakukan penilangan dengan sistem E-Tilang.

“Jangan lupa minta kepada petugas nomor BRIVA yang nantinya anda dapat membayar denda melalui bank. Atau transfer kemudian bukti tranfer tersebut serahkan ke petugas untuk pengambilan barang bukti. Khusus pelanggaran tidak memiliki SIM dan STNK mati maka akan dijadikan barang bukti,” ujarnya. (JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *