IUMK 10 Kabupaten/Kota di Jateng Masih Rendah

oleh

SEMARANG, RAKYATJATENG – Sedikitnya, ada 10 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang masih stagnan dalam memperoleh Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK).

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati menuturkan, beberapa daerah tersebut antara lain Wonogiri, Karanganyar dan Batang. “Karena kabupaten tersebut belum koordinasi dengan kecamatan karena yang melakukan perizinan melalui kecamatan,” katanya, Senin (23/4).

Menurut Ema, UKM di Jawa Tengah yang sudah terdaftar IUMK ada 67 ribu. Terbanyak di Kebumen 10 ribu UKM sedangkan  Kota Semarang baru 6 ribu UKM.

“Mengapa banyak Kebumen karena bupatinya ada kebijakan dengan kecamatan dibiayai dengan APBD-nya untuk mendampingi UKM  mendaftarkan IUMK,” jelas Ema.

Dia berharap agar semua kabupaten kota lainnya bisa meniru Kebumen untuk mendampingi para UKM mendapatkan IUMK.

“Belum semua melakukan itu dan masih koordinasi dengan kabupaten kota kalau bisa seperti Kebumen dan sebagian mulai melakukan seperti Banyumas, Tegal, sudah mulai,” ucapnya.

Setiap harinya Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah mencatat ada sekitar 1.000 UKM yang mendaftar IUMK. Namun jumlah tersebut tidak tetap karena pertumbuhan UKM sekarang ada besok tidak ada sehingga belum punya data yang pasti.

Pada 2019 nanti IUMK sangat penting karena pemerintah akan memasilitasi  UKM-UKM yang terdaftar. Ditargetkan paling tidak selama 6 bulan di satu kecamatan dalam 1 bulan akan ada 30 UKM yang terdaftar. (sm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *