Kunjungi BLK Semarang, Menaker Memotivasi Calon Tenaga Kerja

oleh

SEMARANG, RAKYATJATENG – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengunjungi Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Semarang (BBPLK) Semarang yang berlokasi di Jalan Brigjen Sudiarto 118, Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Hanif didampingi Kepala BLK Jateng Edy Harnanto,

Hanif meninjau ruang pola dan berdialog dengan Wika, Kepala Jurusan garmen aparel. Dilanjutkan ke laboratorium resto dan ritel oleh Kepala Jurusan Bisman Nuraini. Dalam kesempatan ke ruang instalasi, Menteri Hanif mendukung adanya ruang analist.

Hanif melanjutkan perjalanannya menuju LPK Djieneka Abadi yang berlokasi di Jalan Pedurungan IV No. 51 kota Semarang didampingi instruktur Zainal. Disitu, Hanif terkejut dengan siswa yang mempelajari Honda Decompression System (HDS) yang mampu mendeteksi jenis kerusakan motor khusus injeksi melalui perangkat ponsel android dan laptop.

“DHS hanya bisa deteksi sistem injection. Kalau kerusakan mesin masih manual,” kata Zainul.

Menaker Hanif juga memberikan motivasi kepada siswa otomotif agar tekun dan meningkatkan kemampuan, sehingga memiliki kompetensi dan memudahkan masuk ke pasar kerja.

Lokasi kunjungan ketiga Menteri Hanif adalah Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) Maharani yang berada di Jalan Sedayu Tugu, Kelurahan Banget Ayu, kecamatan Genuk Kota, Semarang.

Sebanyak 200 lebih calon pekerja migran Indonesia (PMI) berusia 21-42 tahun dengan mayoritas 50 persen lebih lulusam SD. Mereka mengikuti berbagai ketrampilan mulai dari bahasa, kelas jompo baby sit, kamar mandi, table manner, ruang tamu selama tiga bulan sebelum bertolak ke Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hong Kong.

Hanif menyempatkan dialog dengan 60 calon PMI yang sedang mengikuti ketrampilan bahasa Kantonis sebelum berangkat ke Hong Kong. Ia juga berdialog dengan 35 calon PMI yang akan berangkat  berangkat ke Malaysia dan Singapura yang sedang belajar bahasa Inggris.

“Pelatihannya harus dibedakan kepada calon PMI, dan PMI yang sudah berangkat keluar negeri. Yang sudah berangkat, kompetensinya pasti beda,” ujar Hanif.

Ia juga menyempatkan melihat sejumlah siswa atau calon PMI yang sedang mengikuti praktek kelas jompo dan baby sitter. Menteri berpesan agar latihan simulasi dilakukan dengan baik untuk memperoleh keterampilan yang diharapkan.

“Hati-hati latihan ya karena nanti di sana akan mengurusi orang jompo,” ucapnya. (mtv)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.