Tanjakan Ciregol Dipantau

BREBES, RAKYATJATENG – Muspika Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bersama jajaran instansi pemerintah terkait terus memantau kondisi yang ada di sejumlah wilayah rawan bencana. Langkah tersebut dilakukan dalam menghadapi segala kemungkinan seiring masih adanya musim hujan.

Salah satu fokus perhatian yakni keberadaan jalur Ciregol yang merupakan zona bencana alam tanah bergerak dan longsor, di jalan utama Tegal-Purwokerto wilayah Kecamatan Tonjong.

“Keberadaannya sebagai jalur utama, sangat vital. Pengalaman saat terjadinya bencana di jalur tersebut beberapa waktu lalu, dampaknya sangat besar sehingga menjadi perhatian kami,” ungkap Kepala Terminal Type C Bumiayu Dinas Perhubungan Brebes Edy Susanto, kemarin.

Menurut dia, meskipun saat ini kondisi jalur Ciregol relatif aman dan bisa dilalui kendaraan, seiring dibukanya jalur II, namun berdasarkan kajian jalur tersebut masih berada dalam zona patahan tanah. Dengan masih tingginya intensitas hujan dan juga banyaknya aktifitas kendaraan besar di jalur tersebut, menjadikan perhatian bagi jajaranya.

“Sehingga dikhawatirkan sewaktu-waktu kondisinya akan berubah dari yang sekarang ini, karenanya kita membantu untuk melakukan pemantauan kondisi di lokasi tersebut,” katanya.

Kepala Desa Tonjong Maksudi menambahkan, selain tanjakan Ciregol, beberapa titik jalan utama lainnya yang juga berada di wilayah rawan bencana alam yakni, Dukuh Satir Desa Kutamandala, Dukuh Karangjati dan depan SMA Muhammadiyah Tonjong.

“Lokasi-lokasi tersebut pernah mengalami longsor sebelumnya. Terbaru di wilayah Karangjati, dimana belum lama ini tebing mengalami longsor dan hampir menyentuh badan jalan,” terangnya.

Selain bencana longsor, selama berlangsungnya musim hujan saat ini keberadaan kerusakan sarana infrastuktur di jalur utama yang merupakan ruas jalan Tegal-Purwokerto juga perlu mendapat perhatian.

“Terlebih disaat terjadi peningkatan jumlah kendaraan, dimana kerap terjadi antrian seiring dengan adanya aktifitas pembangunan underpass Karangsawah,” urai Maksudi.

Selain itu kewaspadaan terus ditingkatkan oleh Pemerintah Desa Tonjong, mengingat beberapa titik alur sungai yang berdampingan dengan jalan nasional maupun jalan kabupaten berada di wilayah desanya. (rtgl)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono