PILGUB JATENG: Sudirman Said Prihatin Banyak Kepala Daerah Ketangkap KPK

oleh

SEMARANG, RAKYATJATENG – Calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said bicara soal keprihatinannya karena banyak kepala daerah yang ditangkap KPK. Menurutnya, hal ini terjadi karena biaya politik yang tinggi.

“Kita ingin betul-betul mengajak demokrasi sebagai partisipasi warga, karena prihatin betul sampai hari ini banyak kepala daerah ketangkap KPK, dan itu dikarenakan biaya politik tinggi, calon yang masuk ingin kejar jabatan, sehingga kita ingin menerobos itu, biaya politik betul, saya juga bukan orang yang punya uang,” kata Sudirman dalam acara deklarasi dan saweran lintas komunitas relawan independen bertajuk ‘Sinergitas Gerak Langkah’ di Patra Jasa Convention Hall, Semarang, Minggu (8/4).

Dalam acara tersebut, relawan lintas komunitas menggelar saweran Gerakan Sepuluh Ribu (Gasebu) untuk memenangkan Sudirman Said-Ida Fauziyah.

Menurut Sudirman Said, saweran ‘Gasebu’ tersebut sebagai bentuk dari demokrasi partisipasi warga untuk menekan mahalnya biaya politik yang tinggi.

Dia optimistis gerakan ini bisa menjadi inspirasi daerah lain. Sebab dia menilai politik adalah upaya untuk mengabdi, bukan sekedar jabatan, sehingga menurutnya cara-cara yang dilakukan juga harus mulia.

“Kalau ini berhasil, ini jadi inspirasi, politik ini kan tidak boleh dilihat semacam pengabdian. Karena, cara memperoleh jabatan dengan segala cara apalagi korupsi itu tidak benar, dan kita ingin mengubah itu, kami sangat bersyukur, relawan dengan inisiatif menggelar Gasebu ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pak Dirman mengungkapkan bahwa hasil ‘Gasebu’ ini akan digunakan untuk biaya kampanye Pilgub hingga 27 Juni 2018 mendatang. “Intinya, ada Rp 10 ribu, kita ingin mengetuk kesukarelaan warga, hasil dari Gasebu ini dirapikan, dicatat dan dilaporkan ke KPU, dan ini digunakan untuk berbagai keperluan kampanye politik,” lanjut Sudirman.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan jaringan relawan Jateng Zumroni mengungkapkan bahwa seluruh jaringan relawan akan memenangkan Sudirman-Ida dalam Pilgub 2018.

“Para relawan mengedepankan etika dalam berpolitik dengan menjadikan Pilgub, sebagai sarana merajut persatuan, pendidikan politik, rakyat demi kemajuan Jateng, kami juga taat terhadap aturan, menghindari kampanye hitam, fitnah dan provokasi, kemenangan Pak Dirman dan Mbak Ida, adalah kemenangan rakyat Jateng,” katanya saat membacakan ikrar relawan Jateng untuk Dirman-Ida.

Sudirman Said didampingi pimpinan dan tokoh relawan kemudian menggelar kain untuk saweran para relawan yang hadir dalam deklarasi tersebut. Para relawan lain yang tidak bisa hadir juga bisa turut menyukseskan gerakan Gasebu tersebut melalui laman website www.saweranjateng.id.

Dalam kesempatan tersebut, Sudirman juga membacakan kontrak sosial politik yang berisi empat poin utama, yakni menjadi pemimpin rakyat, melakukan penguatan rakyat, mendengar aspirasi dan berkomitmen untuk merealisasikan 22 program janji kerja.

Penandatanganan tersebut dilakukan di hadapan 650 relawan lintas jaringan dari 35 kabupaten dan kota di Jateng. Ratusan relawan tersebut di antaranya mulai dari gerakan majelis desa, Rembug Reboan, hingga gerakan kemandirian Oke Oce Ayo Obah. (dtc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *