Kelompok Pengabdi Lingkungan Ini Kelola Sampah Jadi Kompos

oleh

PATI, RAKYATJATENG – Aksi warga Desa Larangan, Tambakromo, yang satu ini patut ditiru. Secara mandiri, kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Angkutan Sampah Pengabdi Lingkungan (Aspal) mengelola sampah di desanya. Bahkan hingga desa tetangga.

Mereka mengambil sampah di rumah-rumah warga. Ada yang dua hari sekali hingga tiga hari sekali. Tak hanya mengangkut sampah, kelompok peduli lingkungan ini juga mengolahnya. Semua dipusatkan di sebuah tempat pembuangan akhir di Desa Larangan.

Karyono, Ketua Kelompok Aspal menuturkan, sampah-sampah itu dipilah-pilah. Ada yang dijadikan kompos dan sisanya dibuang. ”Kami sudah membeli lahan sendiri untuk mengelola sampah. Luasnya 20×80 meter persegi. Selain itu di tempat pengelolaan sampah itu ada satu unit alat pencacah sampah untuk dijadikan kompos,” tutur Karyono.

Hal itu dilakukan atas dasar keprihatinan, lanjut Karyono. Pihaknya mengakui dulu di daerah Kecamatan Tambakromo banyak sampah berceceran. ”Tepatnya di dekat Ngerang banyak sampah berserakan di jalan menuju Desa Mojomulyo. Dari situ kami mencoba untuk berbuat agar lingkungan tak lagi dikotori,” paparnya.

Saat ini sudah ada 14 desa di empat kecamatan yang menggunakan jasa pengangkutan sampah dari Aspal, sebulan total ada 35 rit sampah yang diangkut. Untuk mengangkut sampah itu dikerahkan dua unit truk dan ada tujuh orang yang bekerja untuk Aspal.

”Per bulan warga yang menjadi pelanggan, kami tarik Rp 20 ribu untuk ongkos mengangkut sampah. Tapi tergantung banyak sedikit sampah yang dihasilkan. Seperti di sekolahan-sekolahan itu sampahnya banyak, jadi tarifnya pun beda,” jelasnya. Sementara itu, kompos yang dihasilkan sudah dijual untuk warga sekitar. Permintaannya pun lumayan banyak.

”Selain karena keprihatinan kami terhadap lingkungan sekitar, kami juga termotivasi di daerah lain. Di Jawa Timur ada kelompok namanya Organisasi Kapal. Diambil dari kepanjangganya Kenduri Agung Pengabdi Lingkungan. Aksinya dalam mengelola sampah sangat bagus. Dari situ kami terpacu dan mencoba menerapkannya di lingkungan kami,” papar Karyono.

Karyono berharap, supaya masyarakat mau peduli terhadap lingkungan masing-masing. ”Jangan sampai ada sampah yang tercecer. Kita semua mesti punya kepedulian terhadap lingkungan,” imbuhnya. (JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.