Kapolres: Boyolali Masih Butuh 900 Polisi

BOYOLALI – Kepala Polres Boyolali AKBP Aries Andhi mengatakan jumlah ideal anggola kepolisian setempat 1.500 personel untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum setempat.

“Kami masih kurang 900 personel, jika dibanding jumlah pendudukan Boyolali mencapai sekitar 980.000 jiwa,” kata dia di sela sosialisasi rekrutmen calon anggota Polri di Boyolali, Minggu (18/3).

Dia mengatakan masih kekurangan banyak anggota Polri yang bertugas di daerah setempat. Perbandingan jumlah anggota Polri hingga saat ini dengan jumlah penduduk berkisar 1:1.000.

Agar pengawasan terhadap kamtibmas dapat berjalan optimal, pihaknya memberdayakan mitra Polri di masyarakat, seperti pemanfaatan satuan-satuan pengamanan di lingkungan warga.

Ia juga selalu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam pengamanan wilayah masing-masing, terutama soal sistim keamanan lingkungan (siskamling).

Meskipun masih banyak membutuhkan anggota, pihaknya tetap selektif menerima calon anggota Polri. Hal itu untuk mempertahankan kualitas anggota polisi dalam mengemban tugas di masyarakat.

Bahkan, katanya, Polda Jateng selaku panitia penerimaan calon anggota Polri, berkomitmen mewujudkan seleksi yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.

“Rekrutmen calon anggota Polri tidak dipungut biaya dan tidak ada titipan,” katanya.

Ia berharap, melalui seleksi yang baik akan memperoleh anggota Polri yang baik pula dalam melindungi, mengayomi, melayani, maupun personel yang profesional dalam penegakan hukum.

Pada kesempatan itu, ia juga meminta masyarakat tidak percaya informasi tentang adanya anggota Polri atau oknum panitia yang dapat meloloskan seleksi peserta, karena sudah banyak kasus berupa janji seperti itu, akan tetapi hanya untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

“Masyarakat sebaiknya mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi tes seleksi yang akan dijalani nanti,” katanya.

Ia mencontohkan salah satu anggota Polwan baru, Nunik Widyastutin, merupakan anak seorang tukang ojek, tetapi dengan kegigihan dan semangatnya untuk mengangkat derajat keluarga, dia akhirnya diterima sebagai anggota Polri. (ant)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono