19 Warga dan Lembaga Rusia Diberi Sanksi AS Terkait Pilpres

oleh

RAKYATJATENG – Amerika Serikat menjatuhkan sanksi atas 19 warga serta lembaga Rusia karena dituduh campur tangan dalam Pemilihan Presiden 2016 dan melakukan serangan siber.

Langkah ini ditempuh sehari setelah Inggris mengusir 23 diplomat Rusia sebagai pembalasan atas serangan gas saraf terhadap mantan agen asal Rusia di wilayah Inggris.

Dari 19 yang mendapat sanksi AS, 13 di antaranya sudah didakwa bulan lalu oleh pengacara khusus Departemen Kehakiman AS, Robert Mueller, yang menyelidiki dugaan bahwa Rusia campur tangan dalam Pilpres AS untuk membantu kemenangan Donald Trump.

Sanksi yang diterapkan atas mereka termasuk pembekuan aset di Amerika Serikat dan penutupan akses ke sistem keuangan AS.

Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, menuduh warga Rusia yang mendapat sanksi bersangkutan melakukan ‘serangan siber yang merusak dan penyusupan dengan sasaran prasarana yang penting’.

Dia menambahkan bahwa serangan gas saraf di Inggris memperlihatkan tindakan pemerintah Rusia yang ceroboh dan tidak bertanggung jawab.

Salah seorang yang terkena sanksi adalah Yevgeny Prigozhin, seorang pengusaha makmur yang disebut memiliki hubungan dekat dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Badan Riset Internet, IRA, di Rusia dituduh merekayasa penyesatan informasi untuk mempengaruhi pemilihan presiden AS tahun 2016.

Sementara lembaga yang mendapat sanksi antara lain adalah badan intelijen Rusia, GRU, serta Badan Riset Internet, IRA, yang berkantor di kota St Petersburg yang dituduh merekayasa penyesatan informasi untuk mempengaruhi pemilihan presiden AS tahun 2016 lalu.

“IRA menciptakan dan mengelola sejumlah besar karakter palsu yang menyamar sebagai warga Amerika Serikat untuk masuk ke organisasi akar rumput, kelompok kepentingan, dan partai politik di media sosial,” seperti tertulis dalam pernyataan Departemen Keuangan, Kamis (15/3).

Mengenal racun Novichok yang diduga digunakan dalam upaya membunuh mata-mata RusiaPesawat tempur Rusia ‘menempel’ pesawat mata-mata AS sejarak 1,5 meterKapal perang Inggris ‘kawal’ kapal perang Rusia yang melintas di dekat perairan Inggris

Belum ada tanggapan resmi Rusia atas keputusan Amerika Serikat ini namun pemerintah Moskow sudah membantah tuduhan keterlibatan atas upaya pembunuhan mantan agen Rusia di Inggris.

Mantan mata-mata Sergei Skripal, yang berusia 66 tahun, dan putrinya, Yulia, 33 tahun, masih berada dalam kondisi kritis setelah ditemukan tidak berdaya di sebuah bangku di Salisbury -Inggris barat daya- pada 4 Maret lalu.(dtc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.