Anda Stres? Minumlah Air Putih, Ini Penjelasannya

oleh

RAKYATJATENG – Stres sudah seperti bagian dari kehidupan sehari-hari. Banyak kondisi yang bisa mencetuskan keadaan ini, misalnya perkerjaan, beban hidup, kemacetan, putus cinta, dan lainnya. Nah, jika saat ini sedang stres, salah satu jalan keluar yang bisa Anda lakukan adalah minum air putih.

Perlu diketahui, stres dikaitkan dengan penurunan kadar hormon serotonin di dalam tubuh. Serotonin adalah salah satu zat kimia yang berperan dalam pengaturan mood atau suasana hati.

Hormon serotonin dibentuk dengan bantuan asam amino tryptophan yang terdapat di otak. Dalam prosesnya, dibutuhkan air dalam jumlah cukup untuk memastikan bahwa transportasi tryptophan melalui sawar darah-otak berjalan dengan baik.

Jika tubuh Anda kekurangan pasokan air alias dehidrasi, transportasi tryptophan serta beberapa asam amino lainnya dapat terhambat. Hal ini bisa menyebabkan penurunan produksi hormon serotonin di dalam tubuh, sehingga stres tak bisa lagi dihindari.

Tak berhenti di situ, kondisi kekurangan cairan juga bisa menurunkan produksi energi di otak. Karenanya, berbagai proses yang berlangsung di otak tidak bisa berjalan secara efisien.

Air Putih dan Stres

Keterkaitan antara kekurangan cairan dengan stres merupakan hubungan dua arah. Dengan kata lain, kekurangan cairan dapat menyebabkan terjadinya stres, dan stres juga dapat menyebabkan terjadinya kekurangan cairan atau dehidrasi.

Saat seseorang mengalami stres, kelenjar adrenal di dalam tubuh memproduksi hormon kortisol dalam jumlah yang lebih banyak. Pada kondisi stres berkepanjangan, kelenjar adrenal juga memproduksi hormon lain yang disebut sebagai aldosteron. Hormon ini berperan dalam pengaturan kadar cairan dan elektrolit di dalam tubuh. Saat produksi hormon dari kelenjar adrenal menjadi tidak cukup, produksi aldosteron juga menurun.

Pada akhirnya, sederet peristiwa tersebut dapat menyebabkan kekurangan cairan alias dehidrasi, serta penurunan kadar elektrolit.

Profesor bidang fisiologi, Lawrence E. Armstrong, menyampaikan bahwa pada saat kekurangan cairan, subjek penelitian menjadi lebih rewel dan mudah lelah. Beliau menambahkan bahwa tidak minum air dalam jumlah yang cukup juga dapat menyebabkan nyeri kepala, rasa mengantuk, serta kebingungan, yang ujung-ujungnya menyebabkan tercetusnya stres.

Di sisi lain, penelitian yang sama mengungkapkan bahwa responden yang cukup minum air putih tidak mengalami penurunan mood, cenderung lebih tenang, serta lebih bisa berkonsentrasi. Peneliti juga menemukan bahwa responden yang minum air dalam jumlah cukup setiap hari memiliki risiko yang lebih rendah untuk mengalami gangguan tidur.

Atas dasar tersebut, Anda dianjurkan untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan setiap hari. Jumlah air putih yang ideal untuk dikonsumsi setiap hari bergantung dari usia, jenis kelamin, berat badan, kondisi kesehatan, suhu, dan kelembapan lingkungan, serta tingkat aktivitas yang Anda lakukan sehari-hari.

Namun idealnya, jumlah air yang sebaiknya Anda konsumsi dalam sehari adalah sekitar dua liter atau delapan gelas. Jika tidak mampu memenuhi ini, bukan tidak mungkin Anda akan mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi, yang ujung-ujungnya memperbesar risiko terjadinya stres atau bahkan depresi.

Karena itu, Anda dianjurkan untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan setiap hari. Jangan tunggu haus untuk minum, karena keadaan tersebut merupakan gejala awal dari kekurangan cairan atau dehidrasi.(klikdokter/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.