Temui Buya di Jogja, Ganjar: Paling Seru Diskusi Pertanian – Rakyat Jateng
POLITIK

Temui Buya di Jogja, Ganjar: Paling Seru Diskusi Pertanian

Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersilaturahmi dengan nantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafi'i Ma'arif, Selasa (13/3).

YOGYAKARTA, RAKYATJATENG – Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersilaturahmi dengan nantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif, Selasa (13/3). Ganjar mendapatkan titipan beberapa program, salah satunya pertanian organik.

Ganjar diterima Buya di Gedung Graha Suara Muhammadiyah, sebuah gedung baru di Jalan KH Ahmad Dahlan. Keduanya berbincang empat mata selama satu jam kemudian membuka konferensi pers dengan wartawan di lantai 3 gedung tersebut.

Ganjar menyampaikan, bersama Buya membicarakan banyak hal. Namun paling seru ketika membahas program pertanian.

“Tadi lebih banyak diskusi soal pertaniam tadi yang seru, bagaimana politik pertanian kita digeser ke organik sehingga lebih baik,” katanya.

Selain pertanian, Buya meminta Ganjar merancang program yang realistis alias tidak mengada-ada. Program-program tersebut harus mampu diwujudkan untuk melayani rakyat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Beliau beri masukan kasih program yang realistis. Beliau kasih contoh pertanian organik dan saya cerita program akses modal kredit murah yang sekarang sudah ada 15.000 nasabah sehingga mendorong usaha kecil dan mikro lebih mandiri,” katanya.

Disinggung soal peta politik Pilgub Jateng, Ganjar menyatakan sejauh ini masih berjalan sesuai harapan masyarakat. Meski sedang berada di tahun politik namun situasi sosial masih relatif adem.

“Jateng relatif adem relatif ayem, kami para pasangan menjaga ini terus menerus. Kita tunjukkan tidak ada bermusuhan seolah-olah baku tinjau, ini suasana Jateng banget yang menghormati unggah-ungguh,” ujarnya.

Justru pertarungan panas tercipta di dunia maya dengan beredarnya hoax dan fitnah dari akun-akun anonim. Ganjar meminta penegak hukum menindak tegas.

“Yang sulit menjaga di sini (handphone), banyak yang anonim fitnah dan lain-lain. Maka kita harus kasih hukuman sosial, karena harusnya berita itu tabayun dan klarifikasi dulu,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Buya sendiri memuji kepemimpinan Ganjar di periode pertama yang menurutnya sudah ok. Dengan program pembangunan yang berhasil, Ganjar telah menjadi pemimpin yang disukai rakyat Jateng.

Buktinya, menurut Buya, adalah hasil survei Harian Kompas yang dipublikasikan hari ini. Kompas merilis bahwa jika Pemilihan Gubernur Jateng dilaksanakan hari ini, Ganjar dan pasangannya Taj Yasin akan menang dengan 79 persen suara.

“Ternyata kalau penilaian (survei) tinggi itu menurut saya rasa rakyat sudah menentukan pilihannya,” tegas pendiri Maarif Institute itu.

Terkait ujaran kebencian, Buya menganalogikan seperti buih dan air. Berita hoax adalah buih yang umurnya tidak akan panjang.

“Hoax itu menzalimi diri sendiri, dalam A Quran itu ada perbandingan buih dan air. Hoax itu buih umurnya tidak lama, air itu lambang kebenaran, yang menyebar-nyebar fitnah nanti akan malu sendiri,” tandas penulis buku ‘Islam dan Masalah Kenegaraan’ itu.(sen/yon)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!