Kawanan Garong Muda Digulung, Satu Dibikin Pincang karena Melawan

oleh

JAKARTA, RAKYATJATENG – Petugas Unit Reskrim Polsek Cakung, meringkus kawanan begal yang terbilang sadis lantaran kerap membacok korbannya. Empat pelaku diamankan yang salah satunya harus dipincangi karena melawan saat ditangkap.

Rz (19), Bg (21) dan seorang remaja 17 tahun hanya bisa pasrah ditangkap polisi. Sementara Bd (21) ditembak kaki kirinya karena kabur ketika petugas datang menyergap. Polisi juga masih memburu dua pelaku lain yang identitasnya telah diketahui.

Kapolsek Cakung Kompol Supoyo mengatakan, penangkapan para pelaku ini pada Jumat (9/3), karena terlibat dalam aksi pencurian dan kekerasan yang sering beraksi di wilayah Cakung, Jakarta Timur. Tak tanggung-tanggung para pelaku kerap kali melukai korbannya dengan sebilah celurit yang bisa mereka gunakan ketika para korbannya melakukan perlawanan.

“Sasarannya siapa saja yang ada didepan mereka, yang dijarah juga apa saja. Bila korbannya melawan, celurit yang mereka bawa langsung dikeluarkan untuk melumpuhkan korbannya,” kata Kompol Supoyo, Minggu (11/3).

Penangkapan berawal dari laporan masyarakat yang terjadi kawasan PIK Blok E, Pengilingan Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (6/1). Kala itu, seorang remaja 17 tahun menjadi korban perampokan. “Korban yang lagi duduk dihampiri pelaku dengan mengacungkan sebilah celurit dan memaksa merampas HP korban,” ujar kapolsek.

Dari kejadian itu, kata Kapolsek, pihaknya melakukan pengembangan dan pada Jumat (9/3), salah satu pelaku Bd diamankan tim Resmob Polres Jakarta Timur. Dari hasil keterangan bahwa pelaku mengakui jika kejadian tersebut dilakukannya bersama temannya. “Berbekal informasi itu, tim langsung bergerak untuk meringkus pelaku lain,” tutur Kapolsek.

Pada saat petugas meminta menunjukan rekan-rekan pelaku, lanjut Supoyo, Bd mencoba melakukan perlawanan. Tindakan tegas pun diambil petugas dengan menembak kaki kiri pelaku. “Tindakan terukur yang dilakukan petugas itu demi keselamatan anggota,” imbuhnya.

Beruntung, akhirnya petugas meringkus dua pelaku lain atas nama Rz dan bandit remaja, yang ditangkap di kediamanya. Petugas juga dibantu dukungan aparat Unut Reskrim Polres Jakarta Timur yang meringkus Bg di kawasan Cipayung. “Kami juga masih memburu dua pelaku lain yang saat ini masih dalam pengejaran,” sambungnya.

Aksi yang dilakukan kawasan begal itu terbilang sadis. Mereka kerap melukai korban dengan bacokan. “Sampai saat ini belum ada korban jiwa, hanya luka-luka saja beberapa yang melakukan perlawanan. Sudah ada 11 korbannya,” katanya.

Komplotan ini mengicar pedagang, pejalan kaki, atau pasangan berpacaran di tempat sepi. “Mereka ini bawa celurit jadi dengan senjata tajam tersebut korbannya ditakut-takuti, sasaranya pun tidak jelas bisa HP, dompet, motor, bahkan orang pacaran pun bisa jadi sasarannya,” katanya.

Tersangka Bd mengatakan beraksi untuk mencari uang. “Hasilnya buat ngerokok-ngrokok, nongkrong sama teman-teman,” kata Bd.

Pengangguran ini juga mengaku terlebih dulu meminum minuman keras agar berani saat beraksi. “(Target) nggak tentu bang, kalo sudah dapat salah satu turun. Ambil HP doang,” katanya. “Kalau ngelawan ya kami bacok.” (pknc)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.