Peringati HUT Kostrad di Salatiga, Pangkostrad: Tingkatkan Profesional, Solid, dan Loyal

oleh

RAKYATJATENG, SALATIGA – Memasuki usianya yang ke-57, Kostrad harus semakin profesional dan terus meningkatkan keterampilan prajurit. Bahkan, tetap solid dan loyal.

Demikian hal tersebut ditegaskan Pangkostrad Letjen TNI Agus Kriswanto di sela-sela peringatan HUT Kostrad ke-57 di Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa, Salatiga, Minggu (4/3).

“Saya tegaskan, Kostrad harus semakin profesional dan terus meningkatkan ketrampilan prajurit. Hal ini tidak dapat ditawar-tawar lagi,” ujarnya didampingi Dan Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa, Mayor Inf Widi Rahman.

Tema HUT Kostrad ke 57 adalah “Dengan Peringatan HUT ke 57 Kostrad Kita Bekerja Keras, Cerdas dan Ikhlas Untuk Mewujudkan Jatidiri Prajurit Kostrad Yang Profesional Terlatih dan Loyal” ini, sengaja digelar berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Seperti bakti sosial, penghijauan, pengobatan gratis, donor darah, bazar sembako serta sunatan massal maupun hiburan rakyat.

Dalam kegiatan yang digelar di Lapangan Yonif Mekanis Raider 411 /Pandawa, ratusan warga sekitar hadir dan menyerbu bazar sembako murah.

“Saya ingin kegiatan yang dilakukan disini dapat menjadi sampel atau percontohan oleh kesatuan yang lain. Pasalnya, peringatan HUT Kostrad ke 57 ini dilakukan di sejumlah satuan dan puncak peringatan HUT Kostrad ke 57 akan digelar di Makostrad Jakarta pada Selasa (6/3) mendatang,” katanya.

Ditanyakan tentang dengan alat utama sistem persenjataan (Alutsista), Letjen TNI Agus Kriswanto menyatakan, bahwa dari KSAD sangat mendukung.

Dukungan itu banyak terwujud dengan alutsista yang baru. Bahkan, Kostrad sendiri siap untuk meningkatkan kemampuan para prajuritnya.

Sementara itu, ratusan warga memenuhi seluruh stand dalam bazar kebutuhan pokok dengan harga murah.

Usai mengikuti acara peringatan HUT Kostrad ke 57 dan pemberian bingkisan dan santunan di Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa, Pangkostrad Letjen TNI Agus Kriswanto beserta rombongan, melanjutkan perjalanan menuju makam mantan Presiden RI Soeharto di Giri Bangun, Karanganyar.

“Yang jelas, bazaar sembako ini benar-benar murah jika dibandingkan dengan bazaar pada umumnya,” kata Bawono (42) warga Domas, Sidorejo Salatiga itu. (sen/yon)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.