Piye Iki… Tol Semarang-Batang Terancam Tak Beroperasi saat Mudik Lebaran

oleh

RAKYATJATENG, SEMARANG – Selain proyek jalan tol Pejagan – Pemalang seksi III dan IV yang mengalami kemoloran, proyek jalan tol Semarang-Batang juga terancam belum bisa difungsikan saat mudik lebaran.

Gara-gara masih ada sebidang tanah seluas 228 meter persegi di Kelurahan Tambak Aji, Kota Semarang yang belum diserahkan pemiliknya, mengakibatkan jalan tol Semarang-Batang terancam tidak bisa difungsikan saat arus mudik Lebaran tahun ini sesuai target semula.

Menurut Manajer Pengendalian Lahan PT Jasa Marga Semarang-Batang, Hadi Susanto, bahwa lahan yang tersisa itu uang ganti untungnya sudah dititipkan di Pengadilan Negeri Semarang sejak setahun lalu. “Hanya saja proses konsinyasi lahan tersebut tidak kunjung tuntas,” katanya di Semarang, Jumat (2/3).

Ia menjelaskan masih ada waktu sekitar sebulan untuk menuntaskan pembebasan sebidang tanah itu agar pembangunan proyek tol ini tepat waktu.

Dikatakannya, paling tidak akhir Maret lahan itu harus sudah dibebaskan agar proses pembangunan lancar dan tol bisa dibuka saat mudik nanti butuh dua bulan.

Tol Pejagan – Pemalang

Sebelumnya diberitakan juga, akibat kebijakan penghentian sementara atau moratorium proyek infrastruktur elevated yang dikeluarkan pemerintah pusat berimbas pada proyek jalan tol Pejagan – Pemalang seksi III dan IV. Penyelesaian pengerjaan ruas jalan tol bagian dari Tol Trans Jawa itu molor dari target semula pada Maret ini.

‎Pimpinan Proyek PT Pejagan Pemalang Tol Road (PPTR) Mulya Setiawan mengatakan, moratorium proyek elevated memberi sedikit dampak pada penyelesaian pengerjaan ruas seksi III dan IV. “Sedikit ada dampak. Karena ada maratorium, kemungkinan April baru bisa selesai,” kata Mulya, Jumat (2/3).

‎Molornya penyelesaian karena di ruas seksi III (Brebes Timur – Tegal) dan seksi IV (Tegal – Pemalang) masih terdapat satu pengerjaan elevated atau jalan layang di wilayah Adiwerna Kabupaten Tegal. Sebelum bisa dilanjutkan, harus dilakukan evaluasi terlebih dahulu dan mendapat izin dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Sudah dievaluasi dan sudah dapat izin. Minggu depan sudah mulai bisa dikerjakan untuk pengangkatan balok jembatan. Tapi memang jadi molor satu-dua minggu,” ujar Mulya.

Selain karena adanya kebijakan moratorium proyek elevated, ‎lanjut Mulya, molornya penyelesaian juga karena masih adanya sejumlah lahan untuk exit tol di Kalimati, Kecamatan Adiwerna yang belum dibebaskan.

“Untuk jalannya sudah, tapi ada beberapa titik lahan, yang toko-toko itu, belum dibebaskan, masih dalam proses, jadi belum bisa dikerjakan,” ungkapnya.

Mulya menambahkan, hingga awal Maret ini perkembangan pengerjaan sudah mencapai 90 persen lebih. Pengerjaan disebut Mulya tidak mengalami kendala berarti, termasuk cuaca. “Pengerjaan yang elevated juga hanya tinggal satu saja yang di Adiwerna itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, proyek jalan tol Pejagan – Pemalang seksi III dan IV sepanjang 37,3 kilometer (km) ditargetkan rampung pada Maret agar bisa digunakan untuk arus mudik dan balik lebaran pada tahun ini. (dbs/yon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.