Pemkot Semarang Beri Batas Waktu PKL Taman KB untuk Kosongkan Kios hingga 5 Maret

oleh

RAKYATJATENG, SEMARANG – Dinas Perdagangan Kota Semarang memberikan batas waktu kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) di Taman Menteri Supeno atau yang dikenal dengan Taman KB untuk mengosongkan kiosnya hingga 5 Maret 2018.

Hal tersebut, setelah di dapat kesepakatan antara para pedagang, dan Dinas Perdagangan Kota Semarang saat mendatangi PKL tersebut, Jumat (2/3). Kedatangan Dinas untuk melakukan pembongkaran shelter PKL di lokasi itu.

Sejumlah personel dikerahkan untuk proses pembongkaran itu. Namun pembongkaran urung dilakukan karena adanya permintaan dari pedagang yang meminta batas waktu.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, di lokasi tersebut akan dibangun Taman Indonesia Kaya oleh Djarum Foundation sebesar Rp6 miliar.

“Kami sudah sosialisasikan kepada pedagang untuk segera pindah karena lokasi itu nantinya akan dibangun. Kami sudah memberikan peringatan, namun tetap saja belum pindah. Makanya kami datang untuk membongkar,” katanya.

Namun lanjut dia, para pedagang meminta waktu untuk proses kepindahan. Akhirnya, pihaknya bersama para pedagang telah sepakat dan memberikan waktu hingga 5 Maret 2018.

“Mereka membuat surat pernyataan untuk pindah, namun meminta waktu. Makanya kami memberikan waktu hingga Senin, dan Selasa (6/3) seluruh shelter ini akan kami bongkar,” tegasnya.

Fajar Purwoto menerangkan, nantinya semua pedagang yang ada di Taman KB itu akan dipindahkan di sepanjang Jalan Pandanaran 2. Hal itu setelah adanya kesepakatan semua pihak termasuk pedagang.

“Nanti semuanya akan kami pindahkan ke jalan Pandanaran 2, karena lokasi Taman KB ini akan dijadikan taman semuanya. Nantinya tidak ada PKL yang berjualan di lokasi ini,” tambah dia.

Untuk tempat relokasi itu, Fajar Purwoto mengaku sedang meminta bantuan tenda kepada Kementerian Perdagangan dan juga Djarum Foundation selaku pihak yang membangun taman KB.

“Nantinya mana bantuan yang lebih dulu datang, itu yang akan dipakai. Kami tetap berjuang, agar para pedagang bisa berjualan dengan nyaman,” pungkasnya.

Sementara itu perwakilan pedagang, Sri Purwanto membenarkan jika mereka meminta pembongkaran shelter ditunda. Mereka berjanji akan pindah pada Senin besok.

“Kami janji Senin semua shelter sudah kosong. Allhamdulillah disetujui dan hari ini yang dibongkar hanya beberapa saja,” katanya. (sen/yon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.