Dapati Istri Dikencani Orang, Suami Malah Minta Tebusan

oleh

RAKYATJATENG, SOLO – Istrinya dikencani orang lain, bukannya melapor ke pihak berwajib tapi justru digunakan untuk mendapatkan keuntungan dengan meminta tebusan jika ingin kasusnya tidak dilaporkan ke polisi.
Kasus ini terjadi di Solo. Lelaki DN (25) warga Solo, Jawa Tengah tega memeras BM, lelaki yang dituduh telah mengencani F (22), istri dari DN.

Kasusnya berawal saat 28 Januari silam, istri DN berinisial F, berkencan dengan korban BM. DN bersama rekannya Su memergoki F dengan BM sedang berduaan di kamar hotel.

DN sebetulnya telah membuntuti istrinya. “Saat tiba di hotel, DN langsung mendobrak pintu dan mendapati istrinya tengah berada di dalam kamar dengan korban,” terang Wakasatreskrim Polresta Solo AKP Sutoyo saat gelar perkara di Mapolresta Solo, Selasa (27/2).

Saat itu DN lantas mengancam akan membawa permasalahan tersebut ke kepolisian. Namun DN kemudian menawarkan jasa damai asal BM mau membayar sejumlah uang. Menurut DN, jika ingin kasus tidak sampai ditangani kepolisian, korban harus bersedia membayar uang senilai Rp 10 juta.

Saat itu BM sempat meminta agar uang damai dikurangi karena terlalu besar. Namun DN tetap meminta uang damai tersebut. “Karena ketakutan, korban akhirnya bersedia untuk membayar uang damai tersebut,” ucap Sutoyo.

Ternyata kasusnya tidak berhenti sampai di situ. Setelah diberikan uang Rp 10 juta, DN ternyata masih mendatangi korban dan meminta sejumlah uang. Karena merasa diperas, korban pun melaporkannya ke kepolisian.

Selanjutnya, tersangka ditangkap saat akan bertransaksi dengan korban pada Kamis (22/2) lalu. “Tersangka ditangkap saat akan mengambil uang yang dijanjikan korban. Tersangka ditangkap di sekitar Manahan Solo,” katanya.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 368 KUHP jo 369 KUHP tentang Pemerasan. Ancaman hukumannya penjara sembilan tahun.

Saat diperiksa, tersangka DN mengaku bahwa perbuatannya dipicu karena sakit hati terhadap istri yang beberapa kali pergi dengan pria lain. Uang hasil aksinya digunakan untuk membayar utang dan membeli sejumlah keperluan. Seperti speaker aktif dan dua tas perempuan. Selain itu, uangnya juga diberikan kepada Su yang mendapatkan bagian sebesar Rp1 juta.

“Ya, karena sakit hati. Kalau uangnya sudah habis buat bayar utang dan untuk kebutuhan sehari-hari,” aku DN.
(JPG/yon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.