Diduga Banyak Korban Hanyut, Area Pencarian Korban Longsor Brebes Diperluas

oleh

RAKYATJATENG, BREBES – Tim SAR Gabungan yang melakukan pencarian korban longsor Gunung Lio, Desa Pasir Panjang Kecamatan Salem Kabupaten Brebes, memperluas area Minggu (25/2).

Pencarian dan evakuasi korban longsor melibatkan sekitar 600 personel dari berbagai pihak, mulai Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Tagana, RAPI, Senkom, Banser, dan berbagai kelompok relawan lainnya. Tiga alat berat juga dikerahkan.

Menurut Kepala Pelaksana Harian (Lakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes, Eko Andalas, bahwa  alat berat itu difokuskan untuk membuka area baru pencarian yang masih tertutup material longsor.

Pencarian, memang diperluas tak hanya di area longsor utama, melainkan hingga hingga aliran sungai.

Diperluasnya areal pencarian karena sebagian korban diperkirakan telah terhanyut di aliran sungai, sehingga pencarian tidak hanya dilakukan di lokasi kejadian longsor.

Kepala Basarnas Jawa Tengah, Noer Isrodin, menerangkan area pencarian hari ini dibagi menjadi tiga sektor. Ditambah pemantauan di jembatan kopeng yang dipenuhi timbunan kayu.

“Sesuai rencana operasi semalam, akan ada pemantauan di jembatan Kopeng yang banyak timbunan material. Ada dugaan korban tersangkut di situ,” ujarnya, Minggu (25/2).

Sementara itu, Dandim 0713 Brebes, Letkol Ahmad Hadi Hariono, berharap warga sekitar lokasi ikut dilibatkan dalam proses pencarian. Menurutnya, banyak hal yang bisa dilakukan warga untuk membantu proses pencarian daripada hanya datang berkumpul dan menonton saja.

“Mungkin warga bisa membantu memeriksa sungai dan halaman yang banyak timbunan lumpur di sekitar rumahnya masing-masing. Apabila berbau busuk menyengat dan banyak lalat hijau berkerumun, diindikasikan ada korban di lokasi itu,” kata dia.

Keikutsertaan warga dalam membersihkan timbunan lumpur dan kayu di rumah masing masing akan membantu petugas dalam mencari keberadaan korban yang masih hilang. Mengingat zona pencarian korban cukup luas sehingga butuh bantuan warga setempat.

“Warga bisa lebih fokus ikut cari korban daripada nonton ramai ramai d lokasi longsor. Saya yakin ada korban yang terbawa arus air dan lumpur sehingga tersangkut di sepanjang sungai di belakang rumah-rumah rumah warga,” tambah Dandim. (dbs/yon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *