Heran, Pemerintah Diamkan Masalah Pendeportasian Ustaz

FAJAR.CO.ID – Berbagai kecaman muncul dari masyarakat karena otoritas Hongkong melakukan deportasi terhadap Ustad Abdul Somad. Parahnya pemulanga paksa itu tidak disertai dengan alasan yang jelas.

Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Rachmawati Soekarnoputri termasuk tokoh yang ikut mengecam insiden itu.

Rachmawati juga mempertanyakan, kenapa sampai saat ini pemerintah Indonesia belum juga memberikan klarifikasi terkait insiden pendeportasian Ustad Abdul Somad.

Menurut putri proklamator itu, apabila pemerintah lewat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terus berdiam diri, maka efeknya akan berdampak buruk bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Ini akan jadi pertanyaan bagi rakyat terutama umat muslim. Kenapa sikap pemerintah harus begitu (belum berikan konfirmasi). Ini justru akan merendahkan pemerintah sendiri,” ujar Rachmawati saat ditemui di DPP PKS, Simatupang, Jakarta, Rabu (27/12).

Oleh sebab itu, pendiri Yayasan Bung Karno ini berharap Kemenlu proaktif mencari akar permasalah kepada otoritas Hongkong melakukan pemulangan paksa pada Ustad Abdul Somad. “Ini harus segera diusut, karena ini preseden tidak baik,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Ustad Abdul Somad ditolak masuk Hong Kong oleh otoritas setempat setibanya di bandara, Sabtu (23/12) sore.

Ustad Abdul Somad tak kuasa membendung kekecewaannya karena batal berdakwah untuk Tenaga Kerja Indonesia di Hongkong.

Ustad yang berasal dari Riau itu menyebut pihak imigrasi Hongkong menaruh curiga karena termakan dengan isu terorisme yang berkembang. (gwn/JPC)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamka