Jangan Adu Domba! SBY Tidak Pernah SBY Pecat Prabowo

oleh

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kabar  terkait Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang pernah memecat Ketum Gerindra Prabowo Subianto viral. Bahkan, pemecatan itu disebut-sebut bisa menjadi tembok penghalang bagi Partai Demokrat dan Partai Gerindra untuk berkoalisi pada Pilpres 2019. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah isu itu dan memastikan hubungan kedua petinggi parpol terjalin baik.

Pendapat bakal sulitnya terjadi koalisi disampaikan oleh Direktur Saiful Muzani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas, Minggu (30/7). Fadli menegaskan, antara Prabowo dan SBY pun sering menggelar pertemuan. Namun dia tidak menjelaskan secara detail kapan saja pertemuan itu berlangsung.

“Ah baik-baik saja. Beberapa kali pertemuan. Sering ketemu. Waktu Pilpres juga ikut mendukung walaupun tidak sepenuhnya karena prosesnya sebagai penyeimbang. Sejauh yang saya tau, baik-baik saja. Sama halnya dengan yang lain,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/7).

Dia menegaskan bahwa, pemberhentian Prabowo dari Pangkostrada dilakukan oleh Presiden B.J Habibie secara terhormat pada November 1999. Atas fakta itu, Fadli membantah jikalau Prabowo dipecat karena rekomendasi salah satu jenderal kala itu, yakni SBY.

“Pengamat itu gak ngerti apa yang diamatinya. Nggak pernah Pak SBY pecat Pak Prabowo,” tegas dia.

Karena itu dia menilai, isu yang kembali dimunculkan Sirojudin hanya upaya adu domba hubungan Prabowo dan SBY saja.

“Khawatir kalau ada kekuatan yang makin bersatu mengancam, maka orang-orang speerti ini dipakai untuk memecah belah. Sirojudin mau ngadu domba saja,” pungkasnya.

Direktur Saiful Muzani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (30/7) mengatakan, sulit menemukan data atau berita pertemuan SBY dan Prabowo sejak 2014. Spekulasi hubungan mereka berdua tidak harmonis pun sempat bermunculan ketika Pilpres lalu.

Misalnya isu surat pemecatan Prabowo oleh Dewan Kehormatan Perwira (DKP) saat menjabat Pangkostrada itu adalah rekomendasi SBY. Sebab, di dalam surat, ayah Agus Harimurti Yudhoyono itu menjadi salah satu jenderal yang membubuhi tanda tangan.

Kata Sirojudin, hingga kini kabar tersebut pun masih sekedar isu. “Justru kita nggak tau riilnya. Hanya beliau yang tau. Jadi kita nggak bisa menilai seberapa baik hubungan sebelumnya,” sebut dia.

Namun yang pasti dia menilai, hubungan SBY dan Prabowo cukup baik saat di militer. “Tapi selama SBY jadi presiden kita tidak punya informasi apakah mereka pernah ini (ketemu). Kecuali mereka pernah bersebrangan waktu Pak Prabowo masih dengan Bu Mega,” tukas Sirojudin. (Fajar/JPG)