Setya Novanto Tersangka, GMPG Ajak Kader Lakukan Citra ‘Golkar Bersih’ 

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Meskipun Ketua Umum Partai Golkar kini ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan e-KTP, namun itu tak membuat gusar para kader partai berlambang beringin itu di sejumlah daerah.

Mereka justru mebela mati-matian Setya Novanto yang sejatinya sudah merugikan nama partai.

Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia menyebut, para pimpinan Golkar saat ini secara kolektif sedang kehilangan akal sehatnya.

Mereka disebut tidak memiliki budaya malu dan menggunakan logika terbalik-balik dan seperti membenarkan Papa Novanto.

Ironisnya, hal itu ternyata dilakuan secara masif dan bersama-sama mulai dari Dewan Pimpinan Pusat, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan dan DPD Provinsi.

“Mereka semua menunjukkan seakan praktik korupsi adalah seusuatu yang biasa saja,” ungkapnya, Senin (24/7).

Doli menambahkan, apa yang dilakukan para pimpinan Golkar itu sudah bertentangan dengan keputusan Munaslub yang menyebutkan bahwa Golkar harus merupakan salah satu kekuatan di garda terdepan dalam pemberantasan korupsi.

Selain itu di dalam Rapimnasnya Golkar menyatakan dukungannya terhadap Pemerintahan Jokowi-JK, yang salah satu agenda kerja utamanya adalah pemberantasan korupsi.

Apalagi, tambahnya, Setya Novanto telah membuat kebijakan internal yang berlaku bagi seluruh pengurus DPP hingga DPD Kab/Kota untuk menandatangani sebuah pakta integritas.

“Salah satu pointnya (point nomor 6), menyatakan akan mengundurkan diri atau siap diberhentikan bila tersangkut kasus korupsi,” tegasnya.

Menurutnya, kepemimpinan Golkar saat ini secara kolektif sedang membangun citra ‘Golkar Kotor’ atau ‘Golkar Hitam’ yang secara tidak langsung sedang menggali kuburan untuk Golkar.

Karena itu, Doli mengajak kader partai yang masih punya keinginan membebaskan Golkar dari anggapan pengkhianat negara.

“Agar kembali mendapatkan kepercayaan penuh dari masyarakat, marilah kita bergerak melakukan citra ‘Golkar Bersih’,” pungkasnya. (rmol/pjk1/fajar)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamka