Golkar Sulsel Sebut Andi Cakka Pengkhianat

oleh

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Ketua Bidang Organisasi dan Daerah Partai Golkar Sulsel, Risman Pasigai, secara tegas menyebut Andi cakka, sappaan Andi Mudzakkar, sebagai pengkhianat partai berlambang pohon beringin.

Risman membeberkan fakta dan alasan yang membenarkan Andi Cakka disebut sebagai penghianat Partai Golkar.

Menurut Risman, saat acara Musda DPD II Partai Golkar Kabupaten Luwu, Rabu (4/1/2017), tercatat Andi Cakka adalah Ketua DPD II Golkar yang ke-8 yang menegaskan dukungannya terhadap calon gubernur Nurdin Halid (NH) untuk maju bertarung pada Pilgub Sulsel 2018.

“Bahkan dia (Andi Cakka) menjamin seluruh kader Golkar Luwu akan mendukung NH dibawah komandonya,” tegas Risman Pasigai melalui pesan WhatsApp, Sabtu (8/7/2017).

Diketahui, Andi Cakka resmi dicopot melalui surat pemecatan yang ditandatangani oleh Ketua DPD I Golkar Sulsel HAM Nurdin Halid (NH) karena dianggap tidak patuh terhadap keputusan Partai Golkar. Andi Cakka dinilai telah melanggar komitmen dengan mendukung kandidat calon gubernur lain di luar usungan Golkar.

Bukan hanya itu, Risman juga mencatat sedikitnya ada enam kesalahan yang dilakukan Andi Cakka sehingga layak disebut pengkhianat partai. Berikut daftarnya!

  1. Andi Cakka melakukan perlawanan secara politik yang merugikan Partai Golkar secara permanen.
  2. Andi Cakka melanggar kontrak politik yang dia buat dan bacakan dan dia tanda tangani di musda Golkar.
  3. Bahkan dalam beberapa pernyataan Saudara Andi Cakka sendiri menyatakan tau akan aturan dan resiko di partai.
  4. Andi Cakka tidak ada niat baik sama sekali sebagai kader Golkar dalam mengamankan keputusan partai.
  5. Partai Golkar sudah membantu selama ini termasuk mengusung Andi Cakka dalam pilkada sehingga bisa terpilih jadi bupati periode kedua.
  6. Andi Cakka Selalu membuat pernyataan yang melawan partai bahkan tidak ada niat sama sekali membantu partai dalam perjuangan politik.

Sekadar diketahui, pemecatan Andi Cakka dari Partai Golkar terkait sikapnya sebagai kader yang tidak mendukung keputusan DPP Golkar yang mengusung pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) sebagai calon gubernur dan wakil gubenur pada Pilgub Sulsel 2018.

Andi Cakka yang saat ini menjabat Bupati Luwu lebih memilih merapat ke kandidat lain, yakni mantan Bupati Gowa dua periode, Ichsan Yasin Limpo. Andi Cakka masuk bursa salah satu figur kuat mendampingi Ichsan YL. (gunawan songki/pojok/fajar)