Istighfar, Tol Baru Jadi Tempat Mesum Akamsi

FAJAR.CO.ID PANTURA – Jalur tol Pemalang-Pekalongan-Batang secara fungsional bakal dibuka untuk arus mudik Lebaran 2017, tepatnya pada H-15 mendatang.

Namun, banyak masyarakat atau anak kampung sini (Akamsi) yang mengunjungi lokasi tersebut untuk menghabiskan waktu ngabuburit.

Mirisnya, tidak hanya sore, beberapa muda-mudi juga datang malam hari. Mereka banyak yang datang di jalan yang saat ini masih minim penerangan.

Tidak sedikit dari mereka yang melakukan perbuatan mesum dengan pasangannya di lokasi tersebut.

Warga Ambokembang, Kuwniawan (30) mengatakan, setiap malam banyak muda-mudi yang naik motor menuju ke jalur tersebut.

Mereka ada yang berhenti di pinggir-pinggir jalan yang masih sepi dan tak ada penerangan itu. “Tidak sedikit yang terlihat sedang mesum,” kata Kurniawan, kemarin.

Kondisi ini cukup meresahkan, karena lokasi yang panjang dan gelap itu juga dikhawatirkan warga digunakan untuk tidakan yang tidak etis lainnya. Seperti mabuk-mabukan, dan lain sebagainya.

“Saya berharap ada pengawasan dari pihak terkait agar tidak terjadi hal-hal yang nggak diinginkan. Khususnya menjelang dibukanya jalur untuk kepentingan arus mudik nanti,” terang Wawan, sapaan akrabnya.

Hal sama juga diungkapkan warga Kesesi, Dodo (41). Ia menuturkan, dirinya pernah melintasi jalur tersebut ketika malam hari.

Dari situ ia mendapati banyak muda-mudi yang berjajar di pinggir-pinggir jalur yang gelap gulita tersebut. “Ya kondisinya kalau malam gitu. Kalau bisa ya ada penjagaan,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan Gepeng. Pria asal Bojong ini mengaku sering melihat muda-mudi yang berbuat mesum di lokasi tol.

Wah, banyak mas. Coba aja mas masuk ke lokasi tol. Karena gelap dan sepi hal itu dijadikan mereka ajang untuk mesum,” terangnya.

Makanya, ia berharap aparat baik itu kepolisian maupun Satpol PP untuk melakukan patroli saat malam hari.

“Kalau sore hari memang digunakan untuk ngabuburit mas. Tapi kalau malam hari kan gelap, nah itu dijadikan ajang mereka melakukan tindakan yang melanggar Agama,” terangnya.

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamka