Imam Masjid Tolak Shalatkan Jenazah Peneror

oleh

FAJAR.CO.ID, LONDON – Tercatat 130 imam masjid  Inggris menolak untuk melakukan shalat jenazah terhadap tiga pelaku teror di London Bridge.

Alasan penolakan karena aksi pelaku teror tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang diajarkan Islam.

Dalam keterangan resminya melalui situs Dewan Muslim Inggris (MCB), Rabu (7/6) waktu setempat, para imam tersebut menolak melakukan shalat jenazah atau terlibat dalam proses pemakaman tiga pelaku teror di London Bridge.

“Kami tidak akan melakukan shalat jenazah atau pemakaman secara islam terhadap para pelaku. Kami juga meminta kepada semua imam dan pemimpin keagamaan lainnya untuk melakukan hal serupa dan tidak memberikan kehormatan tersebut kepada para pelaku,” bunyi peryataan resmi para Imam tersebut, seperti dilansir Middle East Eye, Rabu (7/6).

Menurut Imam Abdullah Hasan, yang juga tergabung dalam Imams Against Domestic Abuse, keputusan tersebut tidak terlepas dari aksi yang dilakukan oleh para pelaku. Terlebih, karena pelaku mengatasnamakan Islam saat melakukan aksi teror tersebut. Padahal, dalam ajaran Islam tidak diajarkan kekerasan.

Lebih lanjut, para Imam tersebut menyebutkan, teroris tersebut bukan menceminkan Islam yang sesungguhnya.

“Kami benar-benar terluka atas aksi teror yang kembali terjadi di negeri ini (Inggris). Mereka pun beranggapan telah memiliki legitimasi agama atas tindakan mereka. Kami menegaskan, perbuatan tercela tidak pernah mendapatkan legitimasi dan simpati dari kami,” katanya.

Lebih lanjut, para imam tersebut mengungkapkan, perilaku teror tersebut hanya bertujuan untuk memecah belah Inggris. Karenanya, para imam, meminta masyarakat Inggris untuk tetap bersatu dalam menghadapi berbagai aksi teror.

“Kami meminta masyarakat untuk tetap bersatu dalam menghadapi aksi-aksi pengecut ini. Tidak seperti para teroris, kami menjunjung tinggi rasa cinta dan kasih sayang,” tulis pernyataan resmi para imam tersebut. (Fajar/pojoksatu)